Public Speaking Bakat atau Determinasi Part 2

  1. Perkuat Bidang yang Ditekuni

Mindset yang salah yang sering tidak kita sadari adalah kita harus pinter dibanyak bidang. Karena sistem pendidikan kita memang mengajarkan bahwa kalo ingin pinter itu harus menguasai seluruh bidang studi. Entah kalian setuju atau tidak tapi menurutku sistem ini tidaklah baik. Jadi di poin ini kalian harus mulai berpikir tentang bidang yang kalian tekuni saat ini saja. Bidang lain hanya pendukung dimana pengetahuan dasar saja sudah cukup. Perkuat diri di bidang yang kalian bisa kuasai, jadilah expert dibidang tersebut tapi inget! ukuran expertnya jangan orang lain tapi diri sendiri. Tadinya hanya bisa menghitung sampai angka 100 maka evaluasi jadilah expert dibidang menghitung tambah lagi besok jadi 101 dst. Jika misalnya kalian karyawan disebuah perusahaan keuangan tambah pengetahuan kalian tentang keuangan berdasarkan apa yang kalian kuasa saat ini. Ini membutuhkan proses dan kalian tidak akan berhasil jika tidak mulai sekarang juga.

  1. Pilih Satu Role Model

Cara paling mudah untuk mengetahui kondisi kita adalah bercermin. Laki-laki perlu cermin untuk benerin gaya rambutnya, yang perempuan juga untuk benerin alis yang tipis sebelah perlu bercermin. Dalam public speaking sebenarnya kalian boleh membuat ciri khas. Kalian bebas menentukan bagaimana penampilan, gaya bicara serta suasana yang ingin dibangun dari sebuah public speaking. Namun, hal ini akan memakan banyak waktu dan kalian akan ketinggalan jauh oleh orang lain yang punya resource lebih banyak. Hal mudah yang bisa kalian lakuin adalah bercermin dari speaker ulung dunia. jika kalian ketik top 100 public speaker di google maka akan muncul speaker-speaker handal dunia ada dari kalangan bisnis, konsultan, motivator dsb. Lihat di youtube kemudian mana yang akan kalian jadikan referensi. Misalkan aku suka gaya bahasa serta pembawaan steve jobs. Pelajarilah pembawaan, cara berpikir, mimik muka, kepercaya diri dari tokoh yang jadi referensi kita. Selain jadi acuan, bercermin ke tokoh bisa jadi motivasi buat kita untuk bisa melakukan hal-hal hebat seperti tokoh kita tersebut. Mike Abrashoff, Dan Black, Dorie Clark, Rahul Patwardhan dan banyak lagi speaker handal baik dalam atau luar negeri.

  1. Solid Preparation

Persiapan terbaik adalah perencanaan yang matang dan pengecekan terakhir saat akan menyampaikan presentasi. Khusus untuk yang baru mencoba di dunia public speaking, persiapan kalian akan menentukan hasil dari presentasi kalian. Persiapan dalam hal penampilan misalnya pakaian, baju atau setelan seperti apa yang akan digunakan pada hari H, kemudian pertanyaan apa yang akan muncul. Perlu kalian tahu bahwa ada baiknya kita menyisipkan kalimat yang justru akan menjadi pertanyaan bagi audience. Mengarahkan audience untuk bertanya hal yang kita sudah siap dengan jawabannya justru merupakan senjata yang bagus agar expertise kalian terlihat. Selain itu, slide yang akan ditampilkan harus disesuaikan dengan audience, jangan sampai bila peserta kalian berasal dari kalangan petani kalian banyak menggunakan istilah bisnis, peserta dari kalangan petinggi kalian membuat slide yang tidak professional. Yang terakhir, gaya bahasa serta detail kecil mengenai bagian mana yang akan diberi penekanan saat presentasi karena apa yang kalian presentasikan harus selalu memberikan hal baru bagi audience.

  1. Fokus Sharing dan Bukan Menggurui

Beban terbesar yang dihadapi presenter adalah ketakutan bahwa audience tidak bisa menerima isi presentasi. Hal inilah yang jadi sumber grogi, blank, awkward dll. Oleh karena itu, posisikan diri kalian sebagai expert yang ingin sharing bukan mengajari. Cara berfikir seperti ini akan akan menguntungkan kalian dan juga audience. Kalian tidak akan terbebani karena tujuannya berbagai ilmu dan informasi. Audince juga tidak akan merasa terdoktrin oleh apa yang kita sampaikan. Diatas langit masih ada langit kita tidak tahu mungkin dari audience justru ada orang yang lebih expert dibidang tersebut. Jika presentasi kita bagus, expert tersebut mungkin akan tepuk tangan dan menghampiri anda untuk memberikan job, namun jika presentasi kita tidak berjalan mulus pun expert tersebut akan menerima dan mungkin akan menghampiri kita untuk berbagi ilmunya.

  1. Perbaiki Selera Humor

Poin ini bersifat optional, artinya kalian berhak menentukan akan menggunakan ini sebaga senjata tambahan atau tidak. Kegiatan public speaking saat ini sudah berubah banyak, dulu public speaking cenderung serius dan membosankan. Namun dewasa ini banyak yang menggunakan pendekatan berbeda dengan lebih friendly pada audience. Ada yang menggunakan pembawaan santai tapi fokus, lainnya memilih menyisipkan humor dibeberapa kesempatan. Pendekatan yang berbeda seperti ini memberikan rasa yang berbeda juga bagi audience terhadap isi dari pembicaraan kita. Contoh terbaik untuk belajar humor yang dapat digunakan saat presentasi adalah stand up comedy. Lihat kepandaian stand up comedian memainkan dan mengolah kata-kata yang membuat penonton tertawa bahkan kagum atas apa yang disampaikan. Namun sekali lagi ini pilihan dan aku salah satu orang yang menggunakan humor untuk membuat suasana presentasi jadi lebih hidup.

  1. Hapus Mitos ‘Kopekan’

Menurutku kopekan jadi bukti ketidaksiapan, daripada bikin kopekan pakai teknologi yang namanya slide baik itu MS. Power Point ataupun Flash. Hampir disemua forum saat ini penggunaan slide adalah hal yang lumrah. Membuat catatan kecil juga akan menjadi penanda bagi audience bahwa kita belum siap sepenuhnya atau ada ketakutan lupa ditengah-tengah presentasi. Jika sudah ada keraguan dari audience maka mereka akan cenderung kurang mendengarkan pemaparan kita.

  1. Take a Note

Yang terakhir, buat catatan. Biasakan memberikan penilaian pada setiap presentasi kalian berdasarkan kepuasan pribadi serta respon audience. Pandai-pandailah melihat mimik muka audience setelah kalian presentasi. Beri skala kepuasan tersebebut misal 1-10 dan jadikan review untuk presentasi selanjutnya. Ini juga merupakan salah satu langkah pada poin satu dimana kita harus jadi lebih baik dari kondisi kita saat ini.

Kesulitan untuk meningkatkan kemampuan public speaking tidak terlalu dipengaruhi faktor dari luar namun ketakutan yang ada didalam. Saat kalian berniat dan mulai mencoba rasanya akan sama seperti orang yang sedang menggali sumur, Meski berat kalian tahu didalamnya ada air yang bisa menjadi sumber kehidupan kalian. Semangat terus, coba lagi jika gagal, jangan lupa kalo kita semua diciptakan dengan potensi yang sama yaitu ciptaan Tuhan YME dan ciptaan tuhan tidak ada yang tidak sempurna.

Semoga bermanfaat ya guys, jika ada yang mau didiskusikan bisa komen atau email ya! Catch you guys later on my next post! -Cinky Priyanto