Mencari Sumber Daya Produktif; Sebuah Tantangan bagi Organisasi: Sapnesh Lalla, CEO, NIIT Ltd

NIIT Ltd, perusahaan global yang bergerak dalam pengembangan keterampilan dan bakat, menawarkan manajemen pembelajaran multidisiplin dan solusi pelatihan untuk perusahaan, lembaga, dan individu.

Sapnesh Lalla, CEO NIIT Ltd berbicara tentang ketenagakerjaan terkait dengan peningkatan keterampilan, pasar kerja, magang hingga kesenjangan keterampilan karyawan.

 

Bagaimana teknologi mampu menjembatani kesenjangan keterampilan antar karyawan?

Teknologi dapat menjadi solusi yang mumpuni dalam hal pendidikan dan pelatihan dengan membuat konten berkualitas tersedia untuk pelajar kapan saja di mana saja. Teknologi yang ramah pengguna baik untuk peserta didik dan guru / instruktur dapat sangat membantu dalam menjembatani kesenjangan ketersediaan akses.

Apa prospek pekerjaan bagi orang-orang yang menjalani proses “skilling”?

Dalam proses inovasi teknologi yang lebih baru, setiap bisnis saat ini selalu melek terhadap perkembangan teknologi baru yang secara mendasar untuk memperbaharui kembali model bisnis. Oleh karena itu, karyawan teknologi sangat perlu untuk mengasah keterampilan baru karena teknologi baru menemukan lebih banyak orang di dunia. Menurut Nasscom, 40 persen dari tenaga kerja teknologi dan BPO di India perlu untuk reskill atau meningkatkan keterampilan mereka selama lima tahun.

Karena sifat pekerjaan akan berubah, begitu juga keterampilan yang dibutuhkan untuk itu. Oleh karena itu, melakukan skilling hari ini adalah proses yang harus dilalui oleh setiap karyawan agar tetap dipekerjakan secara bermakna. Re-skilling dan up-skilling bukan pilihan lagi, itu adalah kebutuhan bagi setiap profesional.

Seberapa pentingkah peningkatan keterampilan bagi orang-orang yang ingin mengubah karier mereka?

Peningkatan keterampilan sangat penting bagi orang-orang yang ingin mengubah karier mereka. Seluruh dunia sedang mengalami tantangan dalam bidang Teknologi Informasi (TI). Karena TI juga berdampak pada segmen masyarakat lainnya, ada peluang peningkatan keterampilan yang sangat besar di setiap sektor.

Sebagai organisasi yang telah memelopori pelatihan TI di India dan telah melatih lebih dari 35 juta orang di TI selama 36 tahun terakhir, kami sekarang melihat persyaratan yang sangat besar untuk Keterampilan Digital, baik untuk pemula maupun untuk meningkatkan keterampilan dan meningkatkan para profesional TI yang ada. Saat ini, banyak permintaan untuk insinyur IP full stack oleh industri startup, dan berpotensi jangka panjang sebagai penyedia utama pekerjaan baru dalam perekonomian.

Seberapa penting magang bersama dengan pelatihan akademis untuk prospek pekerjaan?

Magang semakin mendapatkan lebih banyak kepercayaan dalam konteks keterampilan dan profil kerja saat ini. Mengingat tekanan profitabilitas, untuk merekrut kandidat yang siap bekerja, jelas bahwa pengalaman kerja praktis selaras dengan pendidikan formal atau program pelatihan memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan. Produktivitas memberikan pengaruh utama untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan, sehingga dalam menemukan sumber daya produktif merupakan tantangan yang terus dihadapi. Perusahaan dalam proses perekrutan karyawan baru bisa memakan waktu minimal 3 hingga 6 bulan pelatihan. Biaya pelatihan karyawan baru dan waktu yang diperlukan untuk menjadi karyawan yang siap menjadi sebuah tantangan yang bisa jadi menghambat produktifitas perusahaan. Oleh karena itu, magang menjadi acuan terbaik untuk perusahaan dalam mendapatkan karyawan yang siap bekerja dan tentu perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya serta waktu yang lebih efisien.

Bagaimana kebijakan rekrutmen berubah dengan keterampilan baru muncul?

Digitalisasi dan otomatisasi telah secara drastis mengubah kebijakan perekrutan. Perusahaan mencari keterampilan yang akan relevan di masa depan. Selain itu, perusahaan sedang mempertimbangkan mengurangi pelatihan karyawan untuk mengurangi pengeluaran biaya.

Perekrutan berbasis keterampilan juga menjadi pilihan tercepat. Ini dapat didefinisikan sebagai pendekatan perekrutan baru di mana kandidat dinilai berdasarkan keahlian mereka. Lagipula, keterampilan seseorang adalah alat yang sangat memungkinkan dia untuk melakukan tugas tertentu dan berperilaku dengan cara tertentu.

Untuk menghemat waktu, energi, dan uang, industri perekrutan bergerak menjauh dari perekrutan berbasis tradisional ke pendekatan perekrutan yang lebih efisien: perekrutan berbasis keterampilan di internet.

Apa yang telah merusak pasar kerja; apakah itu kesenjangan keterampilan atau jumlah peluang?

Sementara itu karena menurunkan margin keuntungan, perusahaan memotong 30-40 persen tenaga kerja lama, disatu sisi proses otomatisasi dan penggunaan bot mengambil alih tugas manual. Ini memiliki dampak lebih jauh pada perekrutan karyawan baru dan juga menghasilkan kecenderungan peningkatan PHK struktural berbasis kinerja.

Selain itu, dengan sektor TI mengalami pergolakan dramatis karena beberapa faktor, industri ini melihat keahlian yang sangat berbeda. Hampir semua pekerjaan baru yang datang dari klien perusahaan IT adalah keterampilan yang benar-benar baru, yang tenaga kerjanya tidak diperlengkapi. Perusahaan berusaha mati-matian untuk meng-reskill karyawan lama mereka, dan beberapa dari mereka berpendapat bahwa karyawan mereka tidak dapat dihidupkan ulang. Ini mengarah pada kecenderungan lebih lanjut dalam pemutusan hubungan kerja terutama pada karyawan tingkat menengah dari perusahaan-perusahaan ini. \rbl

 

source:

http://www.businessworld.in/article/Finding-Productive-Resources-Is-A-Growing-Challenge-In-Organisations-Sapnesh-Lalla-CEO-NIIT-Ltd-/21-03-2018-144147/