3 Hal yang Harus Dimiliki Mahasiswa

Kuliah adalah satu dari banyak cara untuk sebagian orang menggapai cita-cita dan tujuan hidupnya. Harapan agar bisa membahagiakan orang tua turut pula andil dalam sebuah keputusan untuk masuk ke ranah perguruan tinggi. Tidak sedikit yang harus meninggalkan zona nyaman seperti harus meninggalkan rumah, Orang tua, yang pacaran harus LDR-an dan banyak lagi yang harus dikorbankan untuk menempuh masa perkuliahan. Tapi, tidak sedikit juga yang menempuh jenjang perguruan tinggi karena ikut-ikut saja atau hanya sekedar gengsi semata, entah itu si mahasiswanya atau mungkin orang tuanya.

 

Dalam jenjang perguruan tinggi, faktor pemilihan jurusan juga sering kali menjadi bahan pertimbangan yang menyita waktu, hati dan perasaan kita. Faktor karir yang akan datang, minat serta kemampuan finansial juga biasanya menjadi bahan pertimbangan pemilihan sebuah jurusan. Bahkan ada istilah ‘salah jurusan’ bagi sebagian mahasiswa yang menyadari bahwa setelah masuk ternyata pilihan jurusan tersebut tidak sesuai ekspektasi. Selain itu, banyak juga fenomena ‘salah jurusan’ itu menimpa si anak yang ikut-ikutan biar keren jadi dia kuliah tadi. Hal ini cukup berbahaya, karena saat mahasiswa tidak bisa menikmati masa-masa perkuliah maka fenomena tidak bermanfaat lain seperti ‘setor muka’ dan ‘titip absen’ akan menjadi fase berikutnya. Oleh karena itu, saat menentukan jurusan hendaknya memperbanyak referensi sehinggan pengetahuan kita tentang bidang yang akan kita ambil jadi cukup. Kemudian yang udah terlanjur merasa ‘salah jurusan’ mulailah mencari <em>passion </em>kalian dibidang tersebut atau segeralah move on karena tidak ada hal baik dalam setiap kegiatan yang dipaksakan jadi pindah jurusan juga bukan keputusan yang salah.

 

Dalam menjalani masa perkuliahan tentunya mahasiswa akan diajari berbagai macam teori serta aplikasi teori tersebut dalam kasus sebenarnya. Berbagai fasilitas baik yang gratis atau yang harus dibeli dengan harga mahal akan disediakan oleh pihak jurusan untuk menjamin mahasiswa mereka tahu secara menyeluruh tentang bagaimana sebuah teori yang tertuang dalam buku digunakan pada bidang pekerjaan tertentu. Berbagai pendekatan dilakukan para dosen untuk menjangkau cara berpikir mahasiswa yang unik dan berbeda satu dan lainnya. Ada tipe mahasiswa yang handal secara teori tapi lemah di praktik. Ada juga yang justru teorinya parah tapi saat pegang alat lancar jaya. Yang repot adalah ada mahasiswa jenis ketiga yaitu teori tidur praktek lanjut ngelamun. Banyak hal yang akan dijalani oleh mahasiswa selama masa perkuliahannya.

 

Namun, dalam masa 3/4 tahun masa perkuliahan tersebut, belum banyak yang menyadari esensi apa saja yang sebenarnya harus dipersiapkan selama masa perkuliahan tersebut. Banyak yang menghabiskan 4 tahun masa kuliah tanpa tahu apa yang sebenarnya harus didapatkan untuk kemudian menjadi bekal setelah lulus. Untuk mereka yang memang menjadikan kuliah sebagai sarana untuk mencapai mimpi dan cita-cita maka kuliah bukan hanya sekedar daftar, test, diterima, ospek, masuk, absen, pulang, skripsi dan wisuda. Kuliah adalah tentang membentuk jati diri agar setelah lulus kondisi mereka sesuai dengan level mimpi yang ingin dicapai. Yang mau jadi dokter maka perkuliahan jadi ajang untuk menimba pengetahuan serta belajar perilaku dan kasus-kasus yang akan dihadapi di dunia kesahatan nanti. Bagi yang ingin jadi engineer perkuliahan adalah masa untuk membekali diri dengan segala perkembangan teknologi serta pengetahuan tentang bidangnya.

 

Dalam mengenyam pendidikan dijenjang perguruan tinggi ada sebuah trilogi yang harus benar-benar menjadi fokus mahasiswa dalam mempersiapkan karirnya. Trilogi tersebut adalah Knowledge, Skill dan Attitude. Lanjut di part 2.